Foto Ist : Ilustrasi Notaris
Narasindo.com – Alpianus Tempongbuka selaku Sekretaris Jendral Brigade Nusa Utara Indonesia (BNUI), menyampaikan pihaknya sangat geram dengan tindakan Notaris atas nama Megalin Marcelina Agitan yang sangat tidak Profesional dalam menjalankan tugasnya.
Berdasarkan aduan dari pihak Masyarakat atas nama Rovino Lalujan bahwa pengurusan NPWP serta NIB sudah berlangsung berbulan-bulan namun tak kunjung adanya kejelasan.
Pihak Notaris telah meminta sejumlah Uang untuk pengurusan kurang lebih telah meraup kurang lebih sebesar satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah,” tegas Alpianus saat diwawancarai oleh awak media Narasindo.com. Jumat (17/04/2026) disalah satu rumah kopi yang berada dijalan Sutomo.
Diungkapkan Alpianus, sebelumnya kami merespon aduan Masyarakat dan selanjutnya melakukan komunikasi terhadap yang bersangkutan dalam hal ini Megalin Marcelina Agitan agar segera mencipta kepastian terkait pengurusan NPWP maupun KIB yang dimaksud.
“Saya menilai ini tindakan yang sangat mencederai prinsip Notaris sebagaimana diatur dalam pasal 16 ayat 1 UU JN tentang tidak Amanah dalam menjalankan tugas.
Praktek Seperti ini harus di tindak tegas agar tidak ada korban berikutnya, sebagaimana yang dialami oleh Rovino Lalujan” ungkap Alpianus
Selain tindakan tersebut sangat mencederai Profesionalitas Notaris, juga terkesan mencipta penipuan bagi konsumen pasalnya pihak Notaris selalu meminta tambahan biaya baik pembuatan Cap dan lain sebagainya.
Kami meminta agar pihak terkait dalam hal ini Majelis Pengawas Daerah Kota Manado untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu Rovino Lalujan saat dikonfirmasi oleh narasindo.con, terkait pengurusan NPWP dan NIB kepada yang bersangkutan Notaris Megaline Marcelina Agitan, menyampaikan dan menjelaskan.
Bahwa Ibu Notaris Megaline Marcelina Agitan, penuh dengan alasan inilah, itulah atau kalo bisa Pak Rovino harus transfer sekian begini, supaya bisa secepatnya selesai.
“Namun nyatanya janji itu hanya sorga telinga hingga berbulan-bulan, saya juga menjadi korban dengan janji-janji yang tidak pasti dari Ibu Notaris Megaline,” ucap Rovino Lalujan dengan penuh kekesalan.
(APN)







