MANADO,Narasindo.com- Perhelatan calon Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Utara menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-XI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mulai menunjukkan dinamika.
Salah satu figur yang kini ramai diperbincangkan adalah Muhammad Fikry Darise SH, M.Kn, mantan Wakil Sekretaris Jenderal BKPRMI Pusat yang dinilai memiliki pengalaman organisasi lengkap dari daerah hingga tingkat nasional.
Nama Fikry mencuat bukan tanpa alasan. Selain dikenal aktif dalam pembinaan kepemudaan Islam dan remaja masjid, ia juga memiliki rekam jejak panjang di tubuh BKPRMI.
Karier organisasinya dimulai dari DPD BKPRMI Manado hingga DPW BKPRMI Sulawesi Utara sebelum dipercaya masuk dalam jajaran pengurus pusat BKPRMI.
Di luar BKPRMI, Fikry juga dikenal aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia pernah menjabat Ketua Badan Koordinasi HMI dan menjadi bagian dari Presidium KAHMI Manado.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun komunikasi lintas organisasi dan memperkuat konsolidasi kader di Sulawesi Utara.
Dukungan terhadap pencalonan Fikry pun mulai mengalir dari berbagai kalangan internal organisasi. Sosoknya dinilai mampu membawa BKPRMI Sulut menjadi organisasi yang lebih aktif, progresif, serta dekat dengan kebutuhan generasi muda masjid di era digital saat ini.
Dalam gagasannya, Fikry membawa visi menjadikan BKPRMI Sulawesi Utara sebagai wadah pembinaan generasi muda Islam yang religius, berintegritas, progresif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pembangunan masyarakat.
Ia menilai BKPRMI harus hadir bukan sekadar sebagai organisasi seremonial, tetapi menjadi ruang pengkaderan yang mampu melahirkan generasi Qurani, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat.
“Masjid harus kembali menjadi pusat peradaban. Dari masjid kita membangun generasi yang berakhlak, cerdas, mandiri, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Fikry.
Menurutnya, penguatan kaderisasi menjadi salah satu fokus utama ke depan. Karena itu, BKPRMI perlu mendorong pelatihan kepemimpinan, dakwah, kewirausahaan, teknologi, hingga penguatan nilai-nilai keislaman bagi pemuda remaja masjid di seluruh Sulawesi Utara.
Selain itu, pengembangan LPPTKA juga menjadi perhatian penting guna mencetak generasi Qurani yang unggul sejak usia dini. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, serta tokoh masyarakat untuk memperluas dampak program organisasi.
Fikry turut menyoroti pentingnya nilai moderasi, persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang majemuk. Baginya, BKPRMI harus menjadi organisasi yang mampu merangkul semua kalangan dan menghadirkan dakwah yang sejuk serta membangun.
Mengusung tagline “Bergerak Bersama Memakmurkan Masjid” dan “Pemuda Masjid Maju, Sulawesi Utara Bermartabat”, pencalonan Fikry disebut membawa semangat baru bagi regenerasi kepemimpinan BKPRMI Sulut.
Dengan pengalaman organisasi, jejaring nasional, serta latar belakang profesional sebagai notaris, banyak pihak menilai Muhammad Fikry Darise menjadi salah satu figur potensial dalam kontestasi Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Utara periode mendatang.







