MANADO,Narasindo.com – Rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) II Tahun 2026 resmi dimulai di Courtyard Manado, Kayuwatu, Kecamatan Mapanget, Rabu (7/10/2026).
Munas menjadi momentum penting bagi KOPEK dalam menentukan arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan, sekaligus memperkuat pengembangan komoditas kelapa melalui hilirisasi.
Ketua Umum KOPEK, Nelson Pomalingo, mengatakan Sulawesi Utara menjadi salah satu wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan hilirisasi kelapa karena memiliki lahan yang luas dan komoditas kelapa yang cukup kuat.
“Sulawesi Utara adalah target untuk melakukan hilirisasi, karena lahannya sangat luas dan sangat berpotensi untuk tanaman kelapa,” ujar Nelson.
Menurutnya, KOPEK juga diarahkan untuk memperkuat peran kelompok tani, gabungan kelompok tani hingga kelembagaan ekonomi petani. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan, akses pembiayaan, kemitraan dengan sektor swasta serta dukungan regulasi.
“Kami masih menjalankan organisasi karena pengurus baru belum terbentuk. Kiranya dengan munas ini diharapkan Ketua yang akan terpilih nanti harus bupati aktif sesuai AD/ART untuk menggerakan organisasi dan memajukan kelapa di masing-masing kabupaten sebagai penggerak ekonomi daerah,” ucapnya.
Nelson juga berharap Menteri Koordinator Bidang Pangan dapat memberikan arahan kepada para kepala daerah yang wilayahnya menjadi sentra produksi kelapa.
“Kami mengharapkan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan pada Munas untuk memberi arahan pada bupati-bupati sentra produksi kelapa, yang ekonomi masyarakatnya tergantung pada kelapa,” kata Nelson.
KOPEK sendiri didirikan pada 27 November 2017 dan beranggotakan kabupaten penghasil kelapa dengan luas tanaman minimal 2.500 hektare.
Saat ini, lebih dari 200 kabupaten telah masuk dalam program pengembangan kawasan kelapa.
Sementara itu, pengembangan kawasan kelapa berbasis hilirisasi pada 2027 direncanakan kembali diperluas hingga mencapai 64.275 hektare.
Melalui penguatan hilirisasi, pengembangan kawasan kelapa diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa serta mendorong kelapa menjadi komoditas unggulan nasional yang memiliki daya saing global.
Pembukaan resmi Munas KOPEK II 2026 dijadwalkan berlangsung Kamis (8/10/2026) di Courtyard Manado dan akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut Bupati Minahasa Selatan Frangki Wongkar, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, perwakilan dari Gorontalo, utusan pemerintah daerah dari berbagai kabupaten/kota, perangkat dinas terkait, kelompok tani serta organisasi yang terlibat dalam program KOPEK.








