MANADO,Narasindo.com – Kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo. Ketahanan stok pangan di wilayah ini dipastikan aman hingga akhir tahun 2026, bahkan diproyeksikan mencukupi sampai awal 2027.
Hal itu ditegaskan Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Mayjen (Purn) Dr Marga Taufiq SH, MH, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Sulut dan Gorontalo.
Dalam agenda tersebut, Wadirut BULOG mendorong penguatan strategi internal serta peningkatan kinerja dalam menjalankan penugasan pemerintah, khususnya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Tak hanya itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat melalui pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, jajaran TNI melalui Pangdam XIII/Merdeka, serta Polda Sulut, guna memastikan program ketahanan dan swasembada pangan berjalan optimal.
Kinerja Melonjak, Serapan Gabah Lampaui Target
Dalam rapat evaluasi bersama pimpinan wilayah BULOG Sulutgo, terungkap capaian kinerja yang signifikan.
Penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026 tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional, melampaui rata-rata capaian daerah lain.

Tak kalah impresif, penyerapan gabah petani pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 1.500 ton atau 102 persen dari target tahunan. Angka ini juga melampaui realisasi sepanjang 2025 yang berada di angka 1.126 ton.
Langkah ini dinilai strategis dalam menjaga harga di tingkat petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di daerah.
Stok Beras 18 Ribu Ton, Intervensi Harga Lebih Kuat
Saat ini, cadangan beras di gudang BULOG wilayah Sulut dan Gorontalo mencapai sekitar 18.000 ton. Jumlah tersebut dipastikan masih akan bertambah seiring penyerapan hasil panen petani serta distribusi stok antarwilayah.
Dengan kondisi ini, BULOG optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasaran, sekaligus memperkuat intervensi pemerintah saat terjadi gejolak harga.
Upaya stabilisasi juga terlihat pada komoditas minyak goreng. Distribusi Minyakita terus digencarkan, khususnya melalui program SP2KP.
Hasilnya, harga di pasaran mulai terkendali dan berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Dalam kunjungan tersebut, Wadirut BULOG turut melakukan pemantauan langsung ketersediaan beras SPHP dan Minyakita di Pasar Bersehati, ritel modern, hingga penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Banjer, Manado.
Keberhasilan ini disebut tak lepas dari solidnya sinergi antara BULOG dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, BULOG memastikan komitmennya menjaga ketahanan pangan dan melindungi daya beli masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo tetap terjaga.








