Richard Sualang Hadiri Panen Padi Gogo di Buha, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Kota

MANADO,Narasindo.com – Komitmen memperkuat sektor pangan kembali ditegaskan Pemerintah Kota Manado. Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, turun langsung menghadiri panen padi gogo bersama Kelompok Tani Padi Temo di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan panen padi ladang tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga ketersediaan bahan pangan lokal, sekaligus memperlihatkan hasil nyata kerja sama antara pemerintah dan petani di lapangan.

Dalam sambutannya, Sualang menyampaikan bahwa capaian ini menjadi sinyal positif bagi Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan provinsi hingga dukungan TNI dan Polri.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar petani semakin berkembang dan produktif. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan menjamin ketersediaan beras bagi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para petani.

“Hasil pertanian ini bukan sekadar untuk konsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan,” ujarnya.

Sualang turut memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado yang dinilai aktif mengupayakan bantuan alat dan sarana produksi dari pemerintah pusat.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para penyuluh pertanian yang konsisten mendampingi kelompok tani, mulai dari tahap tanam hingga panen.

Menurutnya, keberhasilan panen padi gogo di Buha merupakan bukti bahwa pertanian lahan kering memiliki potensi besar sebagai salah satu penopang kebutuhan pangan di Kota Manado.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado Sofian, Camat Mapanget Desir Kalalo, penyuluh dari Kementerian Pertanian, serta anggota Kelompok Tani Padi Temo.

Diharapkan, keberhasilan panen ini mampu menjadi pemicu semangat bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengoptimalkan lahan yang ada, sehingga ketahanan pangan daerah semakin kokoh dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *