MANADO,Narasindo.com – Upaya menjaga daya beli masyarakat bukan sekadar soal harga, tetapi juga memastikan kebutuhan pokok tetap bisa dijangkau oleh setiap keluarga. Semangat inilah yang terlihat dalam Gerakan Pangan Murah di Lapangan Sparta Tikala, Kota Manado, Kamis (22/10/2026), yang disambut antusias warga sejak pagi.
Program yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam rangka Hari Pangan Sedunia ini menjadi salah satu wujud sinergi lintas pemerintahan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang (AARS), upaya menjaga stabilitas harga dan mendukung kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dari arah pembangunan Kota Manado yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Kehadiran Gerakan Pangan Murah juga memperlihatkan bagaimana program pemerintah daerah dapat berjalan beriringan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulut hingga pemerintah pusat, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., yang hadir bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulut Rahel Ruth Rotinsulu, S.STP., M.Si., Asisten III Donald Supit, serta Kepala Dinas Pangan Kota Manado Rollies Royke Rondonuwu, AP., menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di 21 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Menurut Tahlis, salah satu fokus kegiatan tersebut adalah menekan gejolak harga komoditas penyumbang inflasi, khususnya cabai. Untuk itu, pemerintah mendatangkan pasokan cabai dari luar Sulawesi, yakni Surabaya atau Probolinggo, agar masyarakat bisa mendapatkan komoditas tersebut dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
“Sesungguhnya kegiatan Gerakan Pangan Murah ini guna menstabilitasi harga. Sebagaimana yang kita ketahui, inflasi di Sulut paling besar dipicu oleh harga cabai,” ujar Tahlis.
Ia menegaskan, intervensi melalui Gerakan Pangan Murah akan terus dilakukan. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak 478 kali dan direncanakan berlanjut sampai Desember 2026.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun, ketika permintaan bahan pokok berpotensi meningkat.
“Proses ini kita akan laksanakan secara terus-menerus, apalagi di bulan Desember kita berhadapan dengan hari besar keagamaan dan dekat sekali dengan tahun baru. Kita akan jaga terus supaya kebutuhan pokok masyarakat paling tidak bisa terjangkau harganya oleh masyarakat,” jelasnya.
Dukungan Pemkot Manado terhadap upaya perlindungan masyarakat juga diwujudkan melalui bantuan pangan bagi warga yang membutuhkan. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan beras sebanyak 5 kilogram kepada 50 warga di Kecamatan Wenang yang masuk kategori Desil 1 hingga 4.
Kepala Dinas Pangan Kota Manado, Rollies Royke Rondonuwu, mengatakan bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Selain bantuan beras, Gerakan Pangan Murah menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58.000, minyak goreng Rp18.000 per botol, bawang merah Rp37.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram, telur ayam Rp57.000 per baki, ayam Rp34.000 per ekor, serta gula pasir Rp18.000 per kilogram.

Pelaksanaan kegiatan ini mempertegas pentingnya kolaborasi pemerintah dalam menjawab persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.
Bagi Pemkot Manado di bawah kepemimpinan AARS, sinergi dengan Pemprov Sulut dan pemerintah pusat menjadi salah satu instrumen penting agar kebijakan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan dapat memberikan manfaat nyata hingga ke tingkat keluarga.
Melalui langkah konkret seperti pasar pangan murah dan bantuan pangan bagi kelompok masyarakat rentan, pemerintah diharapkan tidak hanya menjaga kestabilan harga, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi.
Gerakan Pangan Murah pun menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Manado.







