SULUT,Narasindo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan respon cepat dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Gubernur Sulawesi Utara memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektor bersama Forkopimda Sulut dan pemangku kepentingan terkait, Selasa pagi, 6 Januari 2026, di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
Dalam rapat tersebut, Gubernur menegaskan bahwa penyelamatan jiwa dan evakuasi korban menjadi fokus utama penanganan darurat.
Seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta ASN diminta mengerahkan sumber daya secara maksimal untuk mempercepat penanganan di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi.
Gubernur juga menyampaikan bahwa bencana banjir bandang di Pulau Siau telah dilaporkan secara resmi kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Bantuan dari pusat dipastikan segera menyusul untuk memperkuat upaya penanganan yang saat ini dilakukan pemerintah daerah.
Data sementara mencatat 11 orang meninggal dunia, 4 orang dinyatakan hilang, serta 18 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026.
Sebagai tindak lanjut cepat, seusai apel pagi, Gubernur langsung menginstruksikan jajaran terkait di lingkungan Pemprov Sulut untuk mengoordinasikan pengiriman bantuan ke Pulau Siau.
Pada sore harinya, bantuan kemanusiaan diberangkatkan langsung melalui Pelabuhan Manado menggunakan Kapal Glory Marry, dipimpin langsung oleh Gubernur bersama Ibu Anik Yulius Selvanus.
Selain bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dukungan juga datang dari jajaran TNI dan Polri, yang turut mengerahkan personel dan logistik untuk membantu proses penanganan bencana.
Pemprov Sulut juga membuka posko bantuan kemanusiaan di lobi Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan diimbau berkoordinasi melalui BPBD Provinsi Sulawesi Utara agar penyaluran berjalan tepat sasaran.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga solidaritas, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, serta mendukung langkah-langkah penanganan yang dilakukan pemerintah demi mempercepat pemulihan di Kabupaten Kepulauan Sitaro











