Gunung Ruang: Luka Yang Kembali Memberi Luka, Keserakahan Ruang Tak Bertepi !

Oleh : Alfian Tempongbuka

Ditahun 2024 kita di gemparkan dengan berita akan Luka mendalam Masyarakat Sitaro, akan mengamuknya ciptaan sang khalik yang diberi nama gunung ruang.

Gunung Ruang adalah satu pertanda bahwa alam punya cara kerja sendiri, yang tak mampu di bendungan oleh kekuatan manusia. Yang ada hanyalah berpasrah atau bangkit dari keterpurukan.

Luka korban gunung Ruang perlahan sembuh, kala rasa Empati berdatangan dari semua kalangan. Tak luput rasa prihatin dan tanggungjawab Negara.

Luka yang sudah mengering dan menuju kesembuhan harus terhantam pada tembok yang kokoh, membuat Luka tersebut kembali mengangah dan mencipta perih.

Kita tak bisa bersanding dan terbelenggu pada kepura-puraan akan rasa sakit yang dirasakan, kala mimik wajah berubah dan sangat kelihatan.

Keserakahan sesuatu yang menghantui, agar niat baik berujung menjadi luka. Dan kepura-puraan menjadi alat agar terlihat baik-baik saja kala dijumpai banyak orang.

Ketakutan dan keserakahan tak lahir dari Ruang sepi terkadang ia terkena dengan sorak dan pujian sehingga lupa akan sakit yang sesungguhnya dan derita mereka yang mengharapkan.

Kata yang selalu tersemat Luka Gunung Ruang adalah Luka kita semua, bungkusan dibuat layaknya bingkisan jangan mengikis nasib mereka yan lain akan korban bencana yang terlihat terdengar bahkan telah diketahui.

Penulis adalah aktivis Pemuda Nusa Utara dan Ketua LMND Sulut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *