Manado,- Narasindo.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung dengan nuansa yang berbeda dan penuh makna. Berpusat di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) tepatnya di Jantung Kota Manado, Senin (04/05/2026), momen ini tidak hanya diisi dengan orasi, tetapi juga dijadikan wadah strategis untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan elemen pekerja. Pemerintah Provinsi Sulut berupaya mengubah stigma hari buruh internasional menjadi ruang kolaborasi yang produktif bagi pembangunan daerah.
Sekertaris Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sulut Fanuel J.I Nalang, SH. Dalam orasinya menyampaikan, berdasarkan pengamatan lapangan kami dan data sektoral di Sulawesi Utara terdapat beberapa point sentral dalam perkembangan dinamika hubungan industrial di Provinsi Sulut yang kemudian menjadi dasar tuntutan kamai, yakni :
Anomali Upah vs Inflasi, ketidakpastian hukum pasca putusan MK 168 yang membatalkan sebagian UU Cipta Kerja, dan para pekerja platform digital di sulut bergerak tanpa payung perlindungan hukum,” ucap pria kekar lulusan S1 Hukum Unsrat ini.
“Oleh karena itu Konfederasi KASBI Sulut mendorong kepada Gubernur Sulut Purn. Yulianus Selvanus Komaling, SE, agar dengan segera membuat Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai ‘Dana Jaminan Pesangon Daerah.
Karena rujukannya sangat jelas pada kegagalan pembayaran hak buruh pada beberapa kasus yang pernah di tangani oleh KASBI Sulut, yang didalamnya secara tiba-tiba perusahaan dinyatakan pailit atau ditutup, ujung-ujung para buruh tidak mendapatkan afirmasi karena aset perusahaan sudah kosong,” tegas Fanuel Nalang dengan orasinya yang menjadi harapan para pekerja buruh di Sulut.
Lebih jauh lagi pria kekar asal Sitaro tersebut melanjutkan adanya pembentukan satuan tugas pemantau Norma kerja yang melibatkan pimpinan serikat pekerja dan menetapkan upah layak Pekerja di daerah Kepulauan,” ungkap Fanuel Nalang.
Sementara Gubernur Sulut Purn. Yulianus Selvanus Komaling dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah provinsi memiliki tekad kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk para buruh.
Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara saat ini mencapai 5,66 persen, berada di atas rata-rata nasional.

“Kami sudah mendengar dengan baik aspirasi yang disampaikan. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam mengurus buruh dan pekerja,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.
Menurutnya, setiap aspirasi harus diperhatikan, didengar, dan ditindaklanjuti dengan baik dan menekankan pentingnya kebersamaan dalam mencapai kesejahteraan,” Hidup Buruh, Hidup Buruh, Hidup Buruh, Hidup YSK, Tutur Gubernur.
Hari Buruh Internasional tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Viktor Mailangkay, Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Langi, Pangdam Sulut 13 Merdeka, Komandan Korem, dan para Forum Komunikasi Daerah di Sulut.












