JAKARTA,Narasindo.com – BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kini telah melindungi sekitar 285 juta penduduk Indonesia.
Memasuki Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58, BPJS Kesehatan menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar program jaminan kesehatan nasional tetap berkelanjutan di tengah meningkatnya tantangan pembiayaan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan perjalanan penyelenggaraan jaminan kesehatan selama 58 tahun menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman hingga melahirkan Program JKN yang kini memasuki tahun ke-13.
“Selama 58 tahun, penyelenggaraan jaminan kesehatan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis Program JKN dapat mencetak generasi sehat demi Indonesia Emas 2045,” ujar Pujo dalam Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (15/7).
Pujo mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah pembiayaan program.
Rasio klaim JKN telah mencapai 108 persen, sehingga diperlukan dukungan regulasi baru untuk menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, perluasan kepesertaan, dan kesehatan finansial program.
Untuk memperkuat keberlanjutan JKN, BPJS Kesehatan telah menyiapkan rencana strategis yang berfokus pada peningkatan kepesertaan, penguatan pendanaan, serta transformasi layanan.
Langkah tersebut di antaranya melalui integrasi kepesertaan JKN dengan layanan publik dan pengembangan layanan digital agar masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman mengapresiasi kontribusi BPJS Kesehatan dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional.
Menurutnya, Program JKN merupakan salah satu pilar utama kesehatan masyarakat yang sejalan dengan visi pembangunan kesehatan nasional dan Asta Cita Presiden.
Ia juga menyoroti sejumlah program kolaboratif BPJS Kesehatan, mulai dari pemantauan kesehatan siswa melalui P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan di Sekolah Rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN, hingga layanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam puncak peringatan HUT ke-58, BPJS Kesehatan turut meraih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 untuk fungsi pengadaan dan investasi, serta Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan ISO 37301 sebagai bentuk penguatan budaya integritas dan tata kelola organisasi.
BPJS Kesehatan sendiri merupakan hasil transformasi panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan di Indonesia yang bermula dari Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) pada 15 Juli 1968, kemudian berkembang menjadi Perum Husada Bakti, PT Askes (Persero), hingga resmi bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 sebagai penyelenggara Program JKN.













