Ketua POGI Sulut Blak-blakan soal Program ‘Merdeka Stunting’ PT Pegadaian Kanwil V Tuai Apresiasi

MANADO, Narasindo.com – Stunting bukan persoalan yang baru bisa dicegah setelah bayi lahir. Justru, masa kehamilan menjadi momentum penting untuk mendeteksi sekaligus mencegah risiko gangguan pertumbuhan sejak dini.

Pesan ini ditegaskan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sulawesi Utara dalam program nasional Merdeka Stunting bersama PT Pegadaian Wilayah V.

Ketua POGI Sulawesi Utara, Dr. Bismarck Joel Laihad, SpOG, mengatakan program yang dilaksanakan di Kantor Wilayah V Pegadaian Manado, Sabtu (22/8/2026), merupakan bagian dari gerakan nasional yang diprakarsai POGI dan berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero)

“Pemeriksaan meliputi pemeriksaan kehamilan, mulai dari USG, pemeriksaan fisik secara umum, USG kehamilan, sekaligus edukasi terkait kehamilan. Ini dilakukan untuk mendeteksi atau screening tanda dan gejala yang mengarah pada risiko stunting,” jelas Bismarck.

Menurutnya, program Merdeka Stunting dilaksanakan secara nasional melalui 36 cabang POGI di berbagai daerah di wilayah V Sulutenggo Malut Papua. Jika dari pemeriksaan ditemukan kondisi yang mengarah pada risiko stunting, pasien akan didata dan mendapatkan tindak lanjut oleh dokter yang memiliki kompetensi khusus di bidang kedokteran fetomaternal.

“Stunting bisa dicegah saat masih hamil, tidak harus menunggu bayi lahir. Kalau ditemukan tanda-tanda yang mengarah ke sana, akan kami follow up, didata dan ditangani oleh ahlinya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam pencegahan stunting sejak kehamilan adalah pemenuhan gizi ibu. Asupan makanan, nutrisi, vitamin serta suplemen tambahan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga medis perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan janin.

“Faktor genetik memang ada, tetapi kemungkinan terjadinya stunting masih bisa dikurangi bahkan dicegah. Karena itu, faktor gizi ibu hamil harus menjadi perhatian sejak awal,” ujarnya.

Bismarck juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pegadaian (Persero) V Manado, yang telah membuka ruang kolaborasi dalam program tersebut.

Menurutnya, dukungan dunia usaha melalui kegiatan sosial dan edukasi kesehatan dapat memperluas jangkauan upaya pencegahan stunting kepada masyarakat.

“POGI mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pegadaian atas kolaborasi ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus memberikan manfaat bagi ibu hamil dan upaya pencegahan stunting,” katanya.

Kegiatan POGI Sulut bersama Pegadaian dilaksanakan pada pekan kedua dan ketiga Agustus 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bagi Pegadaian, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian Peduli melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Pemimpin Wilayah V Pegadaian Sulutenggo Malut Papua, Maksum, sebelumnya menegaskan bahwa program Merdeka Stunting diharapkan dapat membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan sehat hingga melahirkan bayi yang sehat.

“Semoga ini bisa mencegah stunting dan ibu-ibu melahirkan dengan selamat, bayi sehat, ibunya pun sehat,” ujar Maksum.

Program Merdeka Stunting sekaligus memperkuat pesan bahwa kemerdekaan dari stunting harus dimulai sedini mungkin—bahkan sejak kehidupan masih berada di dalam kandungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *