MANADO,Narasindo.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) RI, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., memantau kesiapan penyaluran bantuan pangan periode Oktober hingga Desember 2026 di Sulawesi Utara (Sulut).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Mapalus, Kamis (8/10/2026). Zulkifli Hasan sekaligus menyerahkan bantuan pangan secara langsung kepada penerima manfaat.
Dalam kegiatan itu, Zulkifli didampingi Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling, S.E., Sekdaprov Sulut Tahlis Gallang, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Sekda Manado dr Steaven Dandel, Kepala Dinas Pangan Manado Rollies Rondonuwu serta jajaran pemerintah provinsi dan kota.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam laporannya menyampaikan, penyaluran bantuan pangan beras periode Juli hingga September 2026 mencapai 281.794 penerima.
“Total penyerahan bantuan pangan di Provinsi Sulut pada bulan Juli hingga September berjumlah 281.794 dengan pagu beras 8.453.820 Kg, dengan penerimaan bantuan pangan 98.19 persen,” kata Gubernur Yulius.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan inflasi komoditas beras dan cabai pada akhir tahun akibat musim kemarau.
Menurutnya, pemerintah pusat telah melakukan rapat koordinasi terkait penguatan ketahanan pangan, termasuk penambahan bantuan pangan yang telah disetujui Presiden.
“Kami telah melakuan rapat koordinasi untukk penambahan ketahanan pangan dan ini telah disetujui oleh Bapak Presiden. Mudah-mudahan segera dicairkan. Saat ini, kami akan memberikan secara gratis bantuan sebanyak 1 juta ton beras khusus untuk masyarakat desil 1 hingga 4,” ungkapnya.
Zulkifli menyebut bantuan tersebut akan disalurkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
“Pada bulan September hingga bulan Desember bantuannya perbulan 10 kg, jadi langsung diberikan 30 kg untuk tiga bulan. Diserahkan langsung tiga bulan agar masyarakat tidak balik-balik lagi untuk mengambil bantuan beras,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp30 triliun untuk pangan, khususnya masyarakat desil 1 hingga 4. Sementara anggaran beras subsidi hampir Rp17 triliun untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau.
“1 juta ton beras dibagi untuk 33,2 juta rakyat Indonesia, khususnya desil 1 hinga 4. Untuk beras subsidi harganya Rp12.500 untuk masyarakat yang mampu beli,” ujarnya.
Zulkifli juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kota Manado yang dinilai telah mendukung program pemerintah pusat.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Bubernur dan Wali Kota yang telah berhasil menunjang program dari Bapak Presiden RI, dimana, kita untung 31%. Ini dalah keuntungan bagi para petani padi dan jagung,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pangan secara simbolis. Bantuan diserahkan Menko Pangan kepada Gubernur Sulut, kemudian diteruskan kepada masyarakat penerima bantuan beras.













