MANADO,Narasindo.com – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat terus menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Hal itu terlihat dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado yang dikunjungi langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kamis (11/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama jajaran Kementerian Sosial, pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua siswa, serta calon peserta didik.
Di hadapan para siswa dan tamu undangan, Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas yang disertai sistem asrama.
Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk kategori paling tidak mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, negara hadir untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dalam meraih masa depan yang lebih baik.
“Kalau orang tuanya belum sukses, maka anaknya harus menjadi anak-anak yang sukses. Kalau orang tuanya belum berhasil, maka anak-anaknya harus menjadi anak-anak yang berhasil. Kalau orang tuanya masih susah, diharapkan nanti anak-anaknya menjadi orang-orang hebat yang memiliki kemampuan untuk membantu orang lain,” kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan. Bahkan, menurutnya, peluang untuk menjadi pemimpin bangsa juga terbuka bagi para siswa yang menempuh pendidikan melalui program tersebut.
“Siapa tahu nanti salah satu di antara siswa-siswa Sekolah Rakyat akan menjadi Presiden Republik Indonesia. Ini adalah persembahan Bapak Presiden untuk keluarga yang paling tidak mampu,” ujarnya.
Gus Ipul mengungkapkan bahwa sejak mulai berjalan pada Juli 2025, program Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ia melihat perubahan positif pada para siswa, baik dari sisi kesehatan, mental maupun semangat belajar.
“Sekarang lebih bugar, lebih segar, lebih percaya diri, lebih optimis, memiliki harapan dan semangat untuk meraih cita-citanya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Mensos kembali mengingatkan bahwa proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Pemerintah melakukan penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran berdasarkan data yang telah diverifikasi.
“Yang ada adalah penjangkauan. Petugas datang ke rumah-rumah untuk memastikan kondisi keluarga sesuai dengan data yang ada,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan seluruh proses seleksi harus bebas dari praktik titipan maupun pungutan dalam bentuk apa pun.
“Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada sogok menyogok, tidak boleh ada suap menyuap dan tidak boleh ada KKN dalam memilih dan merekrut siswa-siswa Sekolah Rakyat,” tegas Gus Ipul.
Sementara itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat di Sulawesi Utara.
Ia menilai program tersebut menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri yang telah merealisasikan Sekolah Rakyat di Kota Manado dan di Provinsi Sulawesi Utara. Selain SRMP yang ada di Manado, nantinya sekolah permanen juga akan beroperasi di Minahasa,” ujar Andrei.
Menurutnya, pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Minahasa akan menjadi nilai tambah karena berada di lingkungan yang sejuk dan mendukung aktivitas belajar para siswa.
Andrei juga mengajak seluruh peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemerintah dengan penuh kesungguhan. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah sudah membuat program yang sangat baik. Saya berharap kesempatan ini dipergunakan semaksimal mungkin. Ini semua untuk masa depan kita bersama dan masa depan Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Andrei menilai kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu dalam persaingan global yang semakin ketat. Karena itu, ia berharap para siswa mampu memanfaatkan fasilitas pendidikan yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing mereka.
“Kita harus bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Yang menentukan adalah sumber daya manusia. Orang-orang kita harus lebih pintar dan lebih rajin.
Dengan demikian kita akan lebih sejahtera. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena akan menjadi nilai tambah bagi masa depan bangsa Indonesia,” pungkasnya












