MANADO,Narasindo.com – Membangun masa depan finansial yang kuat tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Justru, kebiasaan mengelola keuangan dan berinvestasi perlu dibentuk sejak masih duduk di bangku kuliah.
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bisnis Area Manado 1 PT Pegadaian, Andi Vivin Budi Permana, saat menjadi narasumber dalam talk show SPARK Campus 2026 — SPRIN x Pegadaian Peduli di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sabtu (31/10/2026).
Di hadapan ratusan mahasiswa, Andi Vivin mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk lebih cermat memanfaatkan peluang di era digital sekaligus mempersiapkan kebutuhan finansial untuk masa depan.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki keunggulan berupa kemudahan mengakses informasi, teknologi, hingga berbagai peluang bisnis yang tidak sebanyak dinikmati generasi sebelumnya.
Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan dan perencanaan yang matang.
Ia menjelaskan, berbagai target kehidupan seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, mengambil pendidikan spesialis, menikah, membeli kendaraan hingga memiliki rumah membutuhkan persiapan finansial sejak dini.
Karena itu, investasi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mewujudkan rencana tersebut.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Andi Vivin mengibaratkan investasi seperti menanam pohon. Hasilnya tidak bisa dinikmati secara instan, tetapi membutuhkan waktu, konsistensi, serta perawatan secara berkelanjutan.
“Investasi itu layaknya menanam pohon. Pohon yang kita tanam hari ini akan dinikmati buahnya di masa yang akan datang. Bedanya, pohon investasi harus sering disiram, dijaga dari hama, dan diberi pupuk secara rutin,” jelasnya.
Melalui analogi tersebut, ia ingin mengubah pola pikir mahasiswa yang masih menganggap investasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki modal besar.
Menurut Andi Vivin, investasi dapat dimulai dengan nominal kecil sesuai kemampuan keuangan masing-masing. Hal terpenting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten dan memiliki tujuan yang jelas.
Emas Jadi Pilihan Investasi untuk Pemula
Lebih lanjut, Andi Vivin memperkenalkan investasi emas sebagai salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan mahasiswa dan investor pemula.
Ia menjelaskan, emas memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya menarik, antara lain likuiditas atau kemudahan untuk dicairkan, potensi menjaga nilai dalam jangka panjang, serta dapat dimiliki secara bertahap sesuai kemampuan.
Karakteristik tersebut menjadikan emas sebagai salah satu alternatif untuk mempersiapkan kebutuhan finansial yang telah direncanakan.
Ia pun mendorong mahasiswa agar mulai memanfaatkan kesempatan selama masih berada di bangku kuliah untuk membangun kebiasaan berinvestasi.
“Mumpung masih mahasiswa, mumpung masih dapat kiriman dari orang tua dan bisa mengatur keuangan, mulailah berinvestasi emas. Buat yang mau nikah, mau lanjut S2, atau mau beli rumah beberapa tahun ke depan, rencanakan semuanya dengan emas,” pesannya.

Di sisi lain, Andi Vivin juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik dan risiko setiap produk investasi. Mahasiswa diminta tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan besar tanpa memastikan legalitas dan keamanan produk yang ditawarkan.
Edukasi tersebut sejalan dengan komitmen Pegadaian dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.
SPARK Campus 2026 sendiri merupakan kegiatan kolaborasi Pegadaian bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sulawesi Utara serta PT Bio Farma, dengan mengusung tema “Finansial Kuat – Reproduksi Sehat | Healthy Students Brighter Future”.
Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Fakultas Kedokteran Unsrat ini turut diisi dengan Fun Walk, senam Zumba, pemeriksaan kesehatan gratis, seminar edukatif hingga vaksinasi HPV gratis bagi 100 peserta.
Pegadaian juga menghadirkan layanan pembukaan Rekening Emas melalui aplikasi Tring! sebagai upaya mendekatkan akses investasi kepada mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap mahasiswa tidak hanya memiliki wawasan mengenai kesehatan dan pentingnya menjaga kualitas hidup, tetapi juga mampu membangun kemandirian finansial melalui kebiasaan mengelola keuangan dan berinvestasi secara bijak.
Sebab, mempersiapkan masa depan bukan hanya tentang menentukan cita-cita, melainkan juga mengambil langkah nyata sejak dini untuk mewujudkannya.








