MANADO,Narasindo.com – Pemerintah Kota Manado kembali memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama dan pimpinan rumah ibadah dalam menjaga kerukunan sekaligus merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Tatap Muka Triwulan III Pemkot Manado bersama Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado dan pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado, yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Kamis (10/9/2026).
Ketua BKSAUA Kota Manado, Pdt. Juddy Tunari, M.Teol, menyebut pertemuan tersebut merupakan agenda ketiga yang dilaksanakan sepanjang 2026. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap para rohaniwan, termasuk program insentif, dapat terus berlanjut.
“Sebagai laporan kepada Pak Wali Kota Andrei Angouw, pertemuan ini adalah pertemuan ketiga di tahun 2026. Kami berharap perhatian pemerintah dengan insentif rohaniwan agar terus berjalan,” ujar Tunari.
Ia juga menyampaikan sejumlah kegiatan BKSAUA, termasuk Takbir Akbar, ibadah KKR dan doa bersama di Taman Berkat pada momentum pengucapan syukur Agustus. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
“Kita tetap menjaga dan melakukan fungsi kita sebagai tokoh agama, serta terus menjaga toleransi di Kota Manado,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw mengapresiasi sinergi yang selama ini terbangun antara pemerintah dan tokoh agama. Menurutnya, hubungan tersebut memiliki landasan kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Negara kita negara berketuhanan. Sesuai konstitusi mengatakan demikian, masyarakat harus beragama. Hubungan yang konstitusional itu hubungan kita,” tegas Angouw.
Ia menegaskan pemerintah dan tokoh agama memiliki tujuan yang sama dalam melayani serta membina masyarakat.
“Kita satu kapal, satu tujuan. Melayani dan membina jemaat, masyarakat adalah jemaat dan jemaat adalah masyarakat,” ujar Angouw.
Angouw juga meminta para tokoh agama memperkuat koordinasi dengan pemerintah di tingkat kelurahan, termasuk para ketua lingkungan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk bersama-sama mengantisipasi persoalan seperti tawuran antarkampung, penggunaan senjata tajam dan konsumsi minuman keras.
“Masalah sosial kita ada yang tarkam, sajam, mabuk. Kita identifikasi. Saya harap kita bersama aparat harus ada koordinasi di wilayah masing-masing,” kata Angouw.
Selain persoalan sosial, Angouw turut menyoroti aktivitas ekonomi di Manado yang menurutnya masih menunjukkan perputaran cukup baik. Kondisi itu dinilai menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kerja keras dan kreativitas.
“Di Manado ini harus rajin, jangan malas, jangan gengsi. Karena banyak masyarakat luar mencari uang di Manado. Artinya, mereka masih mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, aktivitas ekonomi, investasi dan pariwisata membutuhkan kondisi kota yang aman dan nyaman.
“Kota harus menjanjikan. Perputaran uang tinggi, PDRB harus tinggi. Investasi bagus, wisata banyak, makanya harus nyaman,” jelasnya.
“Uang berputar banyak, kesempatan terbuka, tapi mesti rajin dan kreatif,” tandasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Asisten I Setda Kota Manado Julises Ohlers, Kabag Kesra Manado Telly Pinasang, serta para pimpinan rumah ibadah dan tokoh agama se-Kota Manado.














