SITARO, Narasindo.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Utara melakukan penilaian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di salah satu sekolah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
“TP PKK Sulut memilih SMP Negeri 1 Siau Timur di Sitaro sebagai upaya memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Sitaro Lesly Makainas-Sasiwu belum lama ini.
Di menjelaskan kegiatan ini bagian dari sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah, sekaligus meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.
Ia mengatakan penerapan PHBS di sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan.
“Budaya hidup bersih harus ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurut dia, pendidikan kesehatan di sekolah bagian penting membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan capaian sektor pendidikan di Kabupaten Sitaro yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sitaro 2025, angka melek huruf daerah itu pada 2024 mencapai 99,44 persen.
Ketersediaan tenaga pendidik juga dinilai mendukung pembentukan karakter hidup sehat di lingkungan sekolah.
Di menyebut saat ini terdapat 779 aparatur sipil negara (ASN) menjadi guru, sedangkan mayoritas ASN di daerah itu lulusan strata satu (S1) dengan jumlah 1.282 orang.
Selain itu, 587 guru ASN berjenis kelamin perempuan turut berkontribusi dalam pembinaan peserta didik, termasuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
Anggota Pokja IV TP PKK Provinsi Sulut Arista Wowor mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro, pihak sekolah, dan TP PKK setempat dalam mengimplementasikan PHBS secara berkelanjutan.
Ia menegaskan sekolah memiliki posisi penting membangun budaya hidup sehat melalui kebiasaan perilaku yang disiplin dan peduli terhadap lingkungan.
“Sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat. Melalui PHBS anak-anak diajarkan untuk disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta memahami pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dia mengharapkan penilaian PHBS tidak sekadar agenda tahunan, tetapi mampu memotivasi seluruh satuan pendidikan di Sitaro terus meningkatkan kualitas lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi proses belajar mengajar.
Kegiatan penilaian di SMP Negeri 1 Siau Timur berlangsung dengan antusias dan melibatkan seluruh warga sekolah, pengurus TP PKK, pemerintah kecamatan, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.








