MANADO,Narasindo.com –Soliditas internal Partai Gerindra Sulawesi Utara kembali ditegaskan dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar Sabtu, 23 Mei 2026
Di tengah ribuan kader dan relawan yang memadati lokasi kegiatan, semangat konsolidasi partai disebut semakin kuat usai hadirnya Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pengurus pusat partai.
Bendahara DPD Gerindra Sulawesi Utara sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Mona Claudya Kloer, menilai pelaksanaan Rakerda kali ini bukan sekadar agenda organisasi rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat kekompakan seluruh kader Gerindra di Sulawesi Utara.

Menurut Srikandi Partai Gerindra Sulut itu, antusiasme kader dari seluruh daerah menjadi bukti bahwa mesin politik Gerindra di Sulut tetap solid dan siap bergerak menghadapi agenda politik mendatang.
“Ini menunjukkan bahwa Gerindra di Sulawesi Utara tetap kompak, tetap satu barisan, dan siap menjalankan seluruh agenda perjuangan partai. Kehadiran pimpinan pusat tentu menjadi motivasi besar bagi seluruh kader,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang terlihat dalam Rakerda harus terus dijaga hingga ke tingkat akar rumput partai.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD Gerindra Sulut yang juga Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, hadir langsung menyambut kedatangan Dasco bersama jajaran pengurus, kader, serta simpatisan partai yang datang dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
Sejak pagi hari, lokasi kegiatan dipadati atribut khas Partai Gerindra bernuansa putih. Seluruh elemen sayap partai juga tampak hadir lengkap, mulai dari TIDAR, SATRIA, PPIR, GEKIRA,GEMIRA hingga PIRA.
Bagi Mona Claudya Kloer, keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi gambaran nyata bahwa konsolidasi internal Gerindra Sulut berjalan semakin matang dan terarah.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kader tetap menjaga semangat perjuangan dan terus hadir di tengah masyarakat. Soliditas ini harus menjadi kekuatan bersama,” katanya.
Rakerda Gerindra Sulut sendiri disebut menjadi langkah strategis partai dalam memperkuat koordinasi internal, memperluas jaringan kaderisasi, sekaligus menyiapkan arah perjuangan politik partai di Sulawesi Utara ke depan.










