MANADO,Narasindo.com – Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Manado tahun 2026, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Manado, Sonny Takumansang, bersama jajaran tim seleksi dan para peserta.
Acara diawali dengan upacara pembukaan serta penyematan tanda peserta oleh Wakil Wali Kota kepada perwakilan peserta seleksi sebagai simbol dimulainya tahapan seleksi.
Dalam laporan panitia pelaksana, disampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 serta peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait petunjuk teknis pelaksanaan program Paskibraka.
Panitia menjelaskan, tujuan utama pembentukan Paskibraka adalah mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain itu, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun tahapan seleksi Paskibraka tingkat Kota Manado tahun 2026 meliputi seleksi administrasi, tes intelegensia umum, kesehatan, parade, baris-berbaris (PBB), hingga seleksi kepribadian.
Rangkaian seleksi telah dimulai sejak 18 Maret dan akan berlangsung hingga akhir April 2026.
Berdasarkan hasil seleksi administrasi, sebanyak 320 peserta dari 21 SMA/SMK/MA di Kota Manado dinyatakan lolos, terdiri dari 150 putra dan 170 putri.
Dari jumlah tersebut, tercatat 307 peserta hadir untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan yang dimulai pada hari pembukaan.
Sementara itu, hasil seleksi tes wawasan kebangsaan yang dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026 mencatat, dari 150 peserta putra, sebanyak 117 dinyatakan lolos dan 33 tidak lolos. Sedangkan dari 170 peserta putri, sebanyak 142 dinyatakan lolos dan 28 tidak lolos.
Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kesbangpol Kota Manado tahun anggaran 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Richard Sualang menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar memilih peserta terbaik untuk mengibarkan bendera pada upacara kenegaraan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda.
“Menjadi bagian dari Paskibraka adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ini bukan hanya tentang mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menanamkan nilai cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama,” ujar Sualang.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan sportivitas selama proses seleksi berlangsung.
Para peserta diminta menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dan saling menghormati.
Lebih lanjut, Sualang berharap proses seleksi ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, semangat nasionalisme, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Apapun hasilnya nanti, jadikan proses ini sebagai pengalaman berharga dalam membentuk karakter dan kepribadian yang lebih baik,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, serta berharap proses seleksi dapat berjalan secara objektif, transparan, dan profesional.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota secara resmi membuka kegiatan seleksi calon Paskibraka tingkat Kota Manado tahun 2026, seraya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat dan dedikasi.
“Dengan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Kota Manado tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.














