MANADO,Narasindo,com – Apa yang membuat Kota Manado berhasil masuk dalam enam besar nominator Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) tingkat nasional?
Jawabannya mulai terlihat dari sejumlah indikator yang telah dipenuhi Pemerintah Kota Manado dalam proses penilaian.
Dari 91 pemerintah kota, Manado menjadi salah satu dari enam daerah yang berhasil melaju ke tahap uji petik.
Hal tersebut disampaikan Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi/Hilirisasi (BKPM RI), Hasyim, saat melakukan kunjungan uji petik di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Manado, Selasa (11/8/2026).
Menurut Hasyim, penilaian PTSP dan PPB tidak dilakukan hanya berdasarkan satu aspek. Ada sejumlah indikator yang menjadi ukuran untuk melihat sejauh mana pemerintah daerah mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung kemudahan berusaha.
“PTSP ada 5 indikator yang dinilai, dari sarana/prasarana dan SDM. Dari PPB investasi dan peningkatan Investasi. Semua indikator itu sudah ada dalam sistem dan sudah dinilai dalam proses penilaian mandiri,” ujar Hasyim.

Artinya, keberhasilan Manado masuk enam besar bukan muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, seluruh indikator tersebut telah melalui proses penilaian mandiri yang menjadi bagian dari tahapan evaluasi.
“Tahapan itu sudah selesai, dan salah satu nominator adalah Kota Manado. Dari 91 kota, 6 terbaik itu adalah Manado,” katanya.
Setelah lolos dari tahapan tersebut, Manado kemudian masuk dalam agenda uji petik, untuk memastikan kondisi dan implementasi pelayanan di lapangan sesuai dengan hasil penilaian yang telah dilakukan.
Tim penilai kemudian meninjau langsung sarana dan prasarana di MPP Kota Manado. Tidak hanya melihat fasilitas, tim juga mendalami kualitas SDM, fungsi pelayanan dan aspek pengawasan melalui sesi wawancara.
Perspektif penerima layanan ikut menjadi perhatian. Tim melakukan wawancara dengan unsur HIPMI dan pelaku usaha guna mendapatkan gambaran langsung mengenai kualitas pelayanan serta kemudahan yang dirasakan dalam proses berusaha.
Aspek PPB juga turut diverifikasi, termasuk proses penerbitan Berita Acara (BA) dan rekomendasi penerbitan izin yang dilakukan tim pelaksana PPB daerah.
Bagi Hasyim, capaian Manado juga tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami berharap capaian dan komitmen yang telah ditunjukkan Kota Manado dapat terus dijaga. Penilaian ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan jadi tolak ukur komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat dan pelaku usaha,” ungkapnya.
Wali Kota Manado Andrei Angouw, didampingi Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, menyambut pelaksanaan uji petik tersebut.
Pemerintah Kota Manado berharap proses penilaian berjalan lancar dan menjadi momentum untuk terus memperkuat pelayanan publik serta menciptakan iklim usaha yang semakin mudah dan transparan.
Dengan masuknya Manado sebagai satu dari enam nominator terbaik dari 91 kota, tahapan berikutnya menjadi penting untuk membuktikan bahwa capaian dalam sistem penilaian benar-benar tercermin dalam pelayanan di lapangan.
Manado kini tidak hanya mengejar predikat, tetapi juga membawa pembuktian bahwa pelayanan PTSP dan percepatan berusaha yang semakin baik dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan “Manado Maju, Sejahtera, dan Juara”.












