MANADO,Narasindo.com – Gerakan Pramuka di Kota Manado didorong untuk tidak berhenti pada pembentukan karakter generasi muda.
Di usia ke-65, Pramuka dituntut mengambil peran lebih luas, termasuk ikut menjawab tantangan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 yang digelar Pemerintah Kota Manado di Halaman Sparta Tikala, Senin (24/8/2026).
Sekretaris Daerah Kota Manado, dr. Steaven Dandel, M.Ph., bertindak sebagai pembina upacara. Ia mewakili Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang dalam peringatan tersebut.
Mengacu pada amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, Steaven menegaskan bahwa 65 tahun perjalanan Pramuka merupakan sejarah panjang yang dibangun melalui pengabdian dan pembinaan generasi muda.
Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk anak muda yang memiliki iman, karakter, kedisiplinan, tanggung jawab serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.
Namun, tantangan ke depan menuntut peran Pramuka semakin konkret. Tema “Mantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi penegasan bahwa gerakan kepanduan juga diharapkan mampu berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.
Momentum peringatan Hari Pramuka di Manado turut diwarnai pemberian apresiasi kepada anggota yang telah membawa nama daerah di tingkat nasional.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penyematan Tanda Ikut Serta Peserta Jambore Nasional serta penyerahan piagam penghargaan. Prosesi dilakukan Sekda Steaven Dandel bersama Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Manado, Ny. Irene Golda Pinontoan-Angouw.
Sejumlah unsur pemerintah dan jajaran Gerakan Pramuka Kota Manado turut hadir, di antaranya para camat, Kakak Pembina, Ketua Kwartir Daerah, Ketua Kwartir Ranting serta Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan se-Kota Manado.
Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat kepramukaan sebagai ruang pembentukan generasi muda yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga adaptif, produktif dan siap mengambil bagian dalam pembangunan.
Dari Sparta Tikala, pesan Hari Pramuka ke-65 pun jelas: generasi muda bukan sekadar penerus, tetapi bagian penting dari solusi untuk masa depan Indonesia.














