DENPASAR,Narasindo.com – Kota Manado mulai memperkuat langkah untuk masuk dalam jaringan destinasi kapal pesiar internasional.
Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bersama Holding Destination Asia Indonesia membahas kesiapan kota, mulai dari penataan kawasan pesisir, pengembangan paket wisata hingga peluang penyusunan jadwal kunjungan kapal pesiar.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam High Level Meeting di kantor pusat Destination Asia, Denpasar, Bali, Rabu (21/10/2026), dengan mengangkat tema “Manado Readiness to Welcome Cruise Ships”.

Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, memimpin langsung delegasi Pemkot Manado dalam pertemuan strategis tersebut.
Ia didampingi Kepala BAPPERIDA Kota Manado Marcos Kairupan, Kepala Dinas Perhubungan Jefry Worang, Direktur Eksekutif Manado Tourism Board Felix Palenewen, serta perwakilan Dinas Pariwisata Candra Pomantouw.
Rombongan diterima Managing Head Director of Indonesia Holding Destination Asia, Ketut Sediya Yasa, bersama Cruise Manager of Indonesia Agus Jaya Susila dan jajaran manajemen perusahaan.

Dalam pertemuan itu, Richard memaparkan arah pembangunan Manado sebagai kota perdagangan, jasa, dan pariwisata di kawasan Indonesia Timur. Salah satu fokus yang didorong ialah pengembangan konsep Waterfront City, yang menempatkan kawasan laut dan pesisir sebagai bagian penting dari wajah serta aktivitas ekonomi kota.
Menurut Richard, pengembangan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada penataan kota, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, menjaga lingkungan, dan mendorong pariwisata berkelanjutan.
“Sebagai kota yang berada tepat di bibir Teluk Manado, pengembangan Waterfront City bukan sekadar urusan estetika. Ini adalah upaya nyata dalam penguatan struktur ekonomi daerah, peningkatan ketahanan lingkungan, serta pembangunan pariwisata berkelanjutan,” ujar Richard.

Peluang pengembangan wisata kapal pesiar turut mendapat respons positif dari Destination Asia Indonesia. Ketut Sediya Yasa menyampaikan bahwa pihaknya telah menjajaki pengembangan paket wisata kapal pesiar dan tur darat atau shore excursions di wilayah Sulawesi sejak 2012.
Destination Asia juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemkot Manado dalam menyusun rencana dan jadwal kunjungan kapal pesiar yang berpotensi singgah di kota ini.
Sejumlah destinasi lokal dinilai dapat menjadi bagian dari paket kunjungan wisatawan kapal pesiar, di antaranya Klenteng Ban Hin Kiong yang menawarkan wisata sejarah dan budaya, Malalayang Beach Walk sebagai kawasan rekreasi pesisir, serta Pasar Bersehati dengan kekayaan kuliner dan aktivitas perdagangan tradisional.
Selain itu, kawasan ekonomi kreatif di sepanjang Teluk Manado berpeluang dikembangkan untuk memperkenalkan produk, kreativitas, dan potensi usaha masyarakat kepada wisatawan mancanegara.
Di sisi lain, kesiapan infrastruktur menjadi aspek penting dalam mendukung rencana tersebut.

Pemkot Manado menaruh perhatian pada pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas pelabuhan pariwisata agar mampu menunjang pelayanan kedatangan wisatawan dengan memperhatikan standar keselamatan dan kenyamanan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Manado membangun kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata untuk memperluas pasar wisata bahari.
Dengan dukungan pengelolaan destinasi, paket wisata yang terarah, serta kesiapan fasilitas pendukung, Manado diharapkan semakin berpeluang masuk dalam jalur kunjungan kapal pesiar internasional dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.













